Selasa, 09 Februari 2016

Cicak vs Manusia

Pernah liat cicak bunuh diri dengan gantung diri di rumah anda? Atau pernahkah dengar dari cerita saudara, teman atau media massa sekalipun yang memberitakan cicak bunuh diri dengan gantung diri karena kelaparan alias ngga dapat makan? Saya yakin kita tidak pernah dengar satupun.

Tapi pernah dengar atau bahkan pernah liat manusia bunuh diri dengan gantung diri karena ngga ada duit, kelaparan, banyak utang, depresi dan berbagai masalah lainnya? Padahal manusia berakal sedang cicak tidak. Kok bisa ya.. Na'udzubillaah.

Padahal kalau dipikir-pikir, salah satu makanan cicak itu ngengat atau nyamuk yg notabene punya sayap dan bisa terbang. Sementara cicak? Tentu ngga punya. Tapi apakah ada kisah cicak yang mengeluh karena merasa Allah tidak adil padanya? Dia tidak punya sayap, sementara makanannya bersayap dan bisa terbang. Tentu saja tidak. Namun cicak tetap hidup dan melanjutkan hidupnya dan memakan apa yang sudah menjadi kodratnya.

Tentu manusia sebagai makhuk berakal seharusnya bisa berlaku jauuuh lebih baik berkali-kali lipat dibanding seekor cicak. Namun pemandangan apa yang kita lihat? Manusia yang kehilangan akal ketika merasa Allah tidak memberikan rezeki sesuai harapan mereka.

Tidakkah Allah telah menjamin rezeki atas semua makhluk bernyawa di muka bumi ini sebagaimana Allah berfirman dalam kitab-Nya :

"Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan semuanya dijamin oleh Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh)" - QS. Al Hud (6)

Kemudian kenapa ada manusia yang berputus asa dari rahmat-Nya? Sayang mereka itu orang-orang yang kurang ilmu.

Dalam meraih rezeki-Nya tentunya tidak hanya duduk diam dan mengharap hujan uang dari langit. Memang tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, namun saya rasa hal itu tidak akan terjadi karena belum pernah saya dengar satu riwayatpun akan adanya hujan uang. Tapi lihatlah cicak-cicak itu, dia berlari kesana kemari, tenang mengincar dan melahap mangsanya. Begitu juga seharusnya manusia. Bertebaranlah manusia di muka bumi berusaha meraih rezekinya. Sesungguhnya bumi Allah sangatlah luas. Berusaha dan terus berusaha biarlah Allah yang mengurus hasilnya. Yang hanya perlu kita lakukan sekali lagi adalah : "BERUSAHA"

Bahkan diriwayatkan seorang Umar bin Khattab pun, sahabat yang mulia, menegur seorang pemuda yang hanya berdiam diri di tempat ibadah tanpa dia berusaha bergerak mencari nafkah baginya.

Bergerak dan berusaha sembari kita teguhkan keyakinan kita dengan janji Allah dalam firmannya : "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan jalan keluar dari kesusahan dan diberikan-Nya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya". QS. At-Talaq (2-3)

So, success is our Right, isn't it?

Wallahu a'lam,

Rabu, 24 Agustus 2011

Mukadimah

Saya sangat percaya bahwasanya dalam setiap kejadian yang kita alami ada benang merah yang saling bertautan. Bisa jadi apa yang kita alami hari ini adalah sebab dari apa yang telah kita lakukan di masa lampau. Entah kita sadari atau tidak. Itulah hikmah yang saya maksud. Wallahu alam. Itu jualah alasan mengapa saya memberi nama blog saya : Ngaji Hikmah. Sungguh mencari hikmah dari setiap kejadian sangat menarik buat saya. Membawa kita untuk terus belajar dari pengalaman dan menjadi kunci kebahagiaan hidup kita.

Dan yang terpenting adalah kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa semua runtutan kejadian itu adalah murni kehendak Allah semata. Tiada campur tangan seseorang siapapun kecuali atas ijin dan kehendak- Nya. Kemampuan kita untuk menemukan hikmah dari kejadian yang kita alami pun adalah ilmu yang diturunkan oleh Allah untuk makhluk ciptaan-Nya.

Mengapa saya katakan bahwasanya hikmah membawa kebahagiaan. Karena dengan kita menyadari hikmahnya akan muncul keikhlasan dan ketulusan dalam menerimanya dan menjernihkan pikiran dalam menindaklanjutinya. Jadi kebahagiaan disini bukan kebahagiaan yang didasarkan atas materi yang sifatnya sementara. Namun lebih jauh dari itu yang kita cari adalah kebahagiaan qolbu yang abadi yang bisa membawa kita sukses dunia dan akherat. Insya Allah.
Dalam blog ini nantinya saya akan mencoba untuk menggali hikmah dari kejadian-kejadian yang pernah saya alami ataupun dari kisah-kisah di lingkungan saya. Namun bukan bermaksud membicarakan orang lain, hal ini semata-mata untuk belajar dari pengalaman orang lain. Disamping yang paling utama, blog ini saya tulis agar menjadikan kita senantiasa dekat pada-Nya. Sehingga kita selalu dapat merasakan eksistensi Tuhan dan menerima dengan ikhlas apapun kehendak Tuhan. Seperti kata petuah bijak, manusia boleh berusaha namun hasil tetap di tangan Tuhan. Sekali kita memungkiri hal ini semakin sakit dan kecewa hati kita dan menjauhkan kita dari kebahagiaan yang hakiki.
Semoga membawa manfaat dan mampu semakin mengkokohkan iman kita kepada Allah ta'ala.
Published with Blogger-droid v1.7.4